REFLEKSI 3.2

 REFLEKSI 3.2

Oleh SITI SAFRANI

Calon Guru Penggerak Angkatan 8

Kota Bima-NTB


25 September 2023; Memulai aktivitas dengan Mulai dari diri dan Eksplorasi Konsep-Mandiri pada Modul 3.2 Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber Daya. Seperti biasa selanjutnya melakukan diskusi dengan Fasilitator pada ruang Eksplorasi Konsep, melakukan diskusi bersama Fasilitator dan Rekan CGP pada Ruang Kolaborasi. Pada modul ini saya diminta untuk untuk mengidentifikasi sumber daya/aset sekolah sebagai kekuatan dalam menghadapi tantangan pendidikan. Dalam mengenali dan memanfaatkan sumber daya tersebut, diharapkan sekolah dapat melahirkan generasi yang maju, berkualitas, berkarakter Profil Pelajar Pancasila dan siap menghadapi tantangan masa depan. Proses identifikasi 7 sumber daya sebagai aset/kekuatan itu saya lakukan disekolah bersama Kepala Sekolah dan rekan-rekan guru melalui diskusi pada tanggal 5 Oktober 2023. Diskusi yang membahas tentang modal/aset apa saja yang sekolah kami miliki menggunakan pendekatan berbasis aset/Asset-based approach dengan menemukenali hal-hal positif yang menjadi inspirasi dan potensi positif. Awalnya rekan-rekan guru terkesan ragu dengan keadaan sekolah kami tetapi saya berusaha meyakinkan bahwa sekecil apapun aset yang sekolah miliki akan menjadi sebuah kekuatan, misalnya modal Lingkungan Alam, sekolah yang berada didataran tinggi memiliki lingkungan asri dengan gunung dan sawah disekitar yang dapat di manfaatkan sebagai sumber belajar kemudian Aset Agama/Budaya  dengan menjadikan tata tertib, aturan dan norma yang ada disekolah maupun dimasyarakat sekitar sebagai pedoman didalam bertindak dan berperilaku. Berbagai kegiatan yang saya rancang seperti: Senin Literasi "Sena Loa Menata Baca", Kamis Mabes/Makan Bersama, Jumat IMTAQ dan Sabtu Darsih/Budaya Bersih, merupakan modal yang dapat menjadi nilai jual bagi sekolah. Diskusi kami juga menyepakati beberapa hal lain yang menjadi modal/aset di TK Negeri 14 Rite-Kota Bima.

                    


Saya senang diskusi berjalan dengan lancar walaupun ada beberapa rekan guru yang mengeluhkan tentang keadaan sekolah kami, artinya sekolah sebagai suatu komunitas belajar tentang bagaimana menjadi tangguh bersama sesuai dengan karateristik komunitas yang resilien. 

Pembelajaran modul 3.2 ini sangat mencerahkan bagi saya. Tak bisa dipungkiri bahwa selama ini saya juga sering mengeluhkan keadaan sekolah yang banyak kekurangannya. Saya tidak tahu bahwa hal itu membuat saya buta terhadap potensi dan peluang disekitar sekolah, dan saya baru tahu setelah mempelajari modul ini bahwa yang demikian hanya memusatkan perhatian saya pada kekurangan dan yang tidak berfungsi baik/ Deficit-bassed approach.

Dalam penerapan dikelas sebagai pemimpin pembelajaran, saya mulai mengorganisir dan melakukan  manajemen waktu pembelajaran dengan baik; membuat jadwal yang efisien untuk semua aktivitas dikelas yaitu waktu pembelajaran, waktu bermain, dan waktu beristirahat; menggunakan ruang dan fasilitas secara efektif, memastikan ruang dan fasilitas digunakan secara optimal untuk mendukung pembelajaran dengan membuat tata letak yang tepat dan mengatur peralatan belajar yang memungkinkan peserta didik bebas melakukan kegitan dengan aman dan nyaman; merencanakan dan mengelola materi pembelajaran, melakukan dan memilih alat pembelajaran dengan pemanfaatan lingkungan sekitar serta mudah diakses, yang kesemuanya memanfaatan modal/aset sekolah yang ada.


SEKIAN DAN TERIMA KASIH


 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

REFLEKSI 2.3

REFLEKSI 1.1

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN 1.1