REFLEKSI 1.1
REFLEKSI 1.1
Oleh SITI SAFRANI
Calon Guru Penggerak Angkatan 8
Kota Bima-NTB
Pendidikan dan Pengajaran
menurut Ki Hajar Dewantara adalah dua hal yang berkaitan yang tidak dapat
dipisahkan. Pengajaran adalah bagian dari Pendidikan yaitu memberi ilmu atau
pengetahuan yang bermanfaat secara lahir dan batin sedangkan Pendidikan adalah
menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak sebagai manusia dan
sebagai masyarakat dalam mencapai keselamatan dan kebahagiaan
setinggi-tingginya.
Mendidik dan Mengajar
adalah proses memanusiakan manusia sehingga harus memerdekakan manusia dari
segala aspek kehidupan. Yang mana manusia telah di berikan kebebasan oleh Tuhan
Yang Maha Esa untuk mengatur kehidupannya namun dengan tetap sejalan dengan
aturan yang ada di masyarakat, maka dari itu peserta didik harus memiliki jiwa
yang merdeka secara lahir dan batin serta tenaganya sehingga mampu menjadi
mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.
Perkembangan Pendidikan
tentu saja tidak terlepas dari pemikiran-pemikiran Ki Hajar Dewantara sebagai
Bapak pendidikan. Sesuai Undang-Undang Sistim Pendidikan Nasional Nomor 20
Tahun 2003 Bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga
negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sedangkan menurut Ki Hajar
Dewantara tujuan pendidikan adalah membangun peserta didik menjadi manusia
beriman dan bertaqwa, merdeka lahir batin, budi pekerti yang luhur, cerdas dan
berketerampilan, sehat jasmani dan rohani agar menjadi anggota masyarakat yang
mandiri dan bertanggung jawab atas kesejahteraan tanah air serta manusia pada
umumnya dan mengharamkan hukuman disiplin dengan paksaan atau kekerasan karena
itu akan menghilangkan jiwa merdeka anak. Artinya tujuan keduanya memiliki
kaitan atau relevansi dan hal ini berkesesuaian dengan prinsip-prinsip
pembelajaran yang di lakukan oleh guru Taman Kanak-Kanak yang beorientasi pada
kebutuhan dan perkembangan anak melalui kegiatan bermain sambil belajar dan
belajar seraya bermain.
Setiap guru memiliki
kreativitas dalam pengembangan pembelajaran yang digunakan untuk mencapai
tujuan. Di Taman Kanak-Kanak kurikulum adalah sebagai pegangan yang dalam
pelaksanaannya berlaku fleksibel disesuaikan dengan situasi dan kondisi
sekolah, lingkungan serta memperhatikan keunikan masing-masing anak dalam pengembangan
kompetensi dasar mereka baik itu kegiatan yang bersifat pembiasaan nilai
moral, pengembangan sosial emosional, bahasa, fisik motorik, seni, dan kognitif
anak yang kesemuanya bertujuan agar anak menjadi mandiri dan bahagia.
Saya memahami bahwa ilmu pengetahuan
akan terus berkembang sesuai tuntutan jaman dan seorang guru mau tidak mau
harus siap menghadapi perubahan, bukan saatnya untuk menilai kekurangan diri
tapi saatnya memotivasi diri menjawab tantangan. Bukan hanya sekedar belajar
meningkatkan kompetensi namun yang utama bagaimana setiap komponen yang
terlibat didalamnya mampu berkolaborasi satu sama lain sehingga dapat
bermanfaat bagi pengembangan potensi peserta didik untuk belajar merdeka sesuai
semboyan Bapak Pendidikan Ki Hajar Dewantara: Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing
Madya Mangun Karsa, Tut Wuru Handayani yang berarti Sebagai Pendidik harus
memberi teladan, di tengah harus membangun ide dan gagasan, dan dibelakang
harus bisa memberikan motivasi dan dukungan kepada murid-muridnya.
SEKIAN DAN TERIMAKASIH
Komentar