REFLEKSI 3.3
Oleh SITI SAFRANI
Calon Guru Penggerak
Angkatan 8
Kota Bima-NTB
FAKTA/PERISTIWA
Tidak terasa waktu
berlalu, saya telah berada dimodul akhir Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 8.
Seperti biasa mengawali pembukaan paket modul, dimulai dengan mengerjakan tes
awal dan untuk modul 3 dibuka pada tanggal 11 September 2023. Pada tanggal yang
sama juga, saya memulai aktivitas saya untuk berselancar lagi di
Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin dengan
tahapan yang sama pula seperti pada paket modul 1 dan 2. Mulai dari Diri,
Eksplorasi Konsep mandiri, Eksplorasi Konsep Forum Diskusi, Ruang Kolaborasi,
dll. Di modul ini saya belajar tentang Sekolah Sebagai Institusi Moral,
(Apa peranan pendidik di abad 21? dan apa jawabanmu?). Oia, selama ini
saya hanya mengetahui etiket dan etika itu adalah sebuah kata yang berbeda
tulisannya tetapi memiliki arti yang sama ternyata etika dan etiket itu adalah
dua kata yang memang berbeda dan memiliki arti yang berbeda pula. Masih
banyak lagi yang saya pelajari di modul ini, diantaranya adalah prinsip-prinsip
etika, Keterampilan pengambilan keputusan (Sesulit apapun keputusan yang harus
seorang guru ambil untuk permasalahan yang sama-sama benar, sebagai seorang
pemimpin perlu mendasarkan keputusan pada 3 elemen yaitu Berpihak Pada Murid ,
Berdasarkan Nilai-Nilai Kebajikan Universal, dan Bertanggung Jawab terhadap
segala konsekuensi dari keputusan tersebut), Bujukan Moral dan Dilema Etika,
empat paradigma dilema etika, Prinsip pengambilan keputusan, Pengambilan dan
pegujian Keputusan.
Lanjut Modul 3.2 Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber Daya, disitu saya belajar tentang sekolah sebagai ekosistemtim dan komunitas serta bagaimana memberdayakan aset-aset atau modal yang dimiliki oleh sekolah dapat menjadi lebih berdaya guna. Tugas saya sebagai Calon Guru Penggerak adalah menemukenali sumber daya yang menjadi aset sekolah tempat saya bertugas sehingga dapat menjadi kekuatan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran.
Tiba pada Modul 3.3 Pengelolaan Program Yang Berdampak Positif Pada Murid, berisi tentang kepemimpinan murid, menumbuhkembangkan kepemimpinan murid dan kepemimpinan murid profil pelajar pancasila. Modul pamungkas dimana saya harus mendesain program yang berdampak pada peserta didik, dan saya memilih program literasi "Senin Membina Interaksi Sosial Positif Dan meningkatkan Minat Membaca (Buku Cerita bergambar) atau yang disingkat "SENA LOA MENA TA BACA" dalam bahasa daerah Bima. Kenapa literasi membaca? Hal ini berdasarkan kesepakatan yang saya buat dengan rekan-rekan CGP sedaerah dalam ruang kolaborasi. Pembelajaran yang menantang, karena pada aksi nyata saya harus menjalankan dua tahap dalam tenggat waktu yang telah ditentukan. Saya tidak menemukan kendala dan hambatan yang berarti dalam melaksanakannya karena Kepala Sekolah serta rekan-rekan guru disekolah sangat mendukung walaupun pada kenyataannya masih banyak yang harus saya kembangkan lagi pada program/kegiatan tersebut. Dalam melakukan aksi nyata ini harus melibatkan suara, pilihan dan kepemilikan peserta didik. Lewat suara, pilihan dan kepemilikan inilah peserta didik mengembangkan kapasitas dirinya menjadi seorang pemilik bagi proses belajarnya sendiri. Lalu apa tugas saya? Tugas saya hanya menyediakan lingkungan yang menumbuhkan budaya dimana peserta didik memiliki suara, pilihan dan kepemilikan dalam apa yang mereka pikirkan, niat yang mereka tetapkan dan bagaimana mereka melaksanakan niat dan merefleksikan tindakan mereka.
FEELINGS/PERASAAN
Setiap mempelajari modul dalam program Pendidikan Guru Penggerak ini membuat saya merasa bersyukur dan senang, dari yang tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak paham menjadi paham, semua karena Fasilitator, Instruktur dan Pengajar Praktik memfasilitasi pembelajaran dengan sangat baik, membuka wawasan dan cakrawala baru tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang guru yang berpihak pada peserta didik. Perasaan saya yang senang dengan pengetahuan baru dan bermanfaat tentu saja berimbas ketika saya melakukan aksi nyata disekolah. Rasa senang terpancar dari antusiasme rekan-rekan guru dan peserta didik dalam melaksanakan kegiatan literasi Sena Loa mena Ta baca.
FINDINGS/PEMBELAJARAN
Dalam melakukan kegiatan
aksi nyata literasi, di hari pertama saya belum mendapatkan hasil sesuai
harapan, lalu saya melibatkan (suara) peserta didik dalam memberikan umpan
balik terhadap proses kegiatan yang telah mereka lakukan. Hari-hari selanjutnya
disela-sela pembelajaran lainnya, mereka terlihat bergerombol membaca buku (pilihan).
Mereka membutuhkan ruang/tempat yang mendukung kegiatan tersebut seperti perpustakaan mini disudut kelas agar mereka leluasa melakukan aktifitas membaca dan berinteraksi antar satu dengan lainnya
(kepemilikan).
“Kepemimpinan murid
adalah tentang murid yang bertindak secara aktif dan membuat keputusan serta
pilihan yang bertanggung jawab daripada hanya sekedar menerima apa yang
ditentukan oleh orang lain”.
Memang benar demikian, sesuai dengan apa yang saya lihat. Saya menyadari
sepenuhnya bahwa sebenarnya peserta didik tahu apa yang diri mereka
butuhkan tanpa seorang guru harus mengatur mereka seperti ini dan seperti itu.
FUTURE/PENERAPAN
Banyak hal yang ingin saya tingkatkan dan kembangkan lagi setelah mempelajari modul ini dan mengaplikasikannya dalam kegiatan Senin Literasi di Sekolah diantaranya yaitu 1) Meningkatkan partisipasi dan keterlibatan semua peserta didik dalam proses pembelajaran dan pengambilan keputusan agar peserta didik aktif, berani berbicara dan berkontribusi. 2) Mengembangkan sikap mandiri pada peserta didik. 3) Meningkatkan rasa saling menghargai dan bekerja sama dan menghargai perbedaan. 4) Mengembangkan potensi kepemimpinan pada peserta didik dalam mengambil inisiatif dan tanggung jawab.
Bagaimana saya menerapkannya yaitu dengan menyediakan suasana kelas yang mendukung partisipasi semua peserta didik dengan memberikan kesempatan secara adil untuk berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan, memberikan dukungan kepada peserta didik untuk mengembangkan keterampilan manajemen diri, membangun aturan yang jelas tentang bagaimana mereka berinteraksi dengan rasa hormat terhadap perbedaan, mengembangkan keterampilan kepemimpinan melalui berbagai kegiatan (Intra, Kokuri, Ekstrakurikuler) atau projek besama yang melibatkan tanggung jawab kepemimpinan.
Saya berharap apa yang saya lakukan dapat memotivasi mereka untuk belajar dan lebih mampu menentukan
tujuan belajar mereka sendiri sehingga
mereka bisa dengan merdeka mengeksplor segala kemampuannya dengan dukungan saya
sebagai mitra.
SEKIAN DAN TERIMA KASIH


Komentar